Biografi H. Abdul Hadi

Sekelumit kisah tentang Mbah H. Abdul Hadi

Mbah H. Abdul Hadi dilahirkan di Paesan, tepat nya di paesan kidul dekat masjid Jami’ Paesan. Ayahnya bernama H. Abdul Rasyid yang juga asli dari Desa Paesan dan Ibunya bernama Mas’amah.

Mbah H. Abdul Rasyid adalah seorang pengusaha yang terpandang di daerah kedungwuni dan sekitarnya, sehingga darah wiraswasta nya juga menurun kepada Mbah H. Abdul Hadi. Ini terbukti dengan keturunan Mbah Abdul Hadi juga banyak yang menjadi pengusa.

Dari masa muda nya Mbah Abdul Hadi sudah terkenal mandiri dan pekerja keras, sampai masa sepuh nya kemandirian itu masih terlihat. Dan itu yang membuat Mbah Abdul Hadi menjadi salah satu orang terpandang dan di hormati di daerah paesan.

Mbah Abdul Hadi ternyata adalah type seorang Bapak yang sangat menyayangi kepada anak-anak nya. Hal ini dapat dilihat dari cerita anak-anaknya bahwa “kalau setiap Jum’at Kliwon anak-anaknya yang masih kecil, selalu di giring naik dokar pribadi ke tempat wisata di seputaran Pekalongan” sais (supir) nya bernama Khaliri (Adik dari Mbah Dul).

Dan setiap kali bepergian atau dagang pulangnya selalu membawa oleh-oleh. Kalau pas sedang musim duren, ya pulangnya bawa duren, kalau pas sedang musim buah mangga ya mbah Dul pulangnya bawa oleh-oleh mangga. Makanan Favorit Mbah Dulhadi itu ternyata Gulai Kambing.

Tempat tujuan untuk dagang emas Mbah Dul itu di Keple’an yaitu sebelah selatannya pasar Senteleng / Banjarsari.

Mbah Dul adalah seorang Pengusaha yang santri, karena disamping kesibukannya sebagai seorang pedagang atau pengusaha, ternyata Mbah Dul masih punya waktu untuk rajin ke mushola, dan tidak hanya sebaga jama’ah bisa. Beliau adalah salah satu Imam di Mushola Baitul Arif, mushola peninggalan leluhurnya.

Sebelum wafatnya, beberapa tahun sebelumnya Mbah H. Abdul Hadi terkena penyakit pernafasan. Sehingga sehari-hari nya Mbah Abdul Hadi tidak lepas dari “Wadah Riak”, karena penyakit yang diderita nya itu membuat Mbah Dul selalu ingin “Idu Riak”.

Mbah Abdul Hadi, dulu kita memanggil nya Bapak Dul. Wafat pada hari Jum’at jam 11.30 WIB pada tanggal 29 Juni 1980 M / 14 Sya’ban 1400 H. Saat wafatnya Bapak Dul, waktu itu Mak Ji sedang membuat Golong (berkat) untuk acara Nyadran sore nya (Nisfu Sya’ban). Mbah Dul di Makam kan di makam keluarga di Paesan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s